Minggu, 12 Mei 2019

Kartul Bab III


Bab III

3.1 Kesimpulan
Pembaahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan pada paragraf berikut:
Era digital adalah zaman dimana teknologi berkembang pesat mempengaruhi kehidupan manusia. Peluang dalam era digital adalah sebuah pintu terbuka yang bisa membawa kebaikan bagi kita jika bisa manfaatkan hal-hal yang baik dan benar. Secara psikis dampaknya adalah kepuasan dan rasa bangga jika berhasil dalam memanfaatkan peluang positif yang ada dan rasa kecewa jika tidak dimanfaatkan. Tantangannya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penggunaan teknologi internet yang baik dan berguna bagi kehidupan manusia. Dampak dari tantangan tersebut adalah pada perubahan perilaku manusia yang mampu memahami etika dan norma dalam penggunaan perangkat teknologi internet di media sosial secara bijak.
3.2 Saran
            Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan:
Kepada penulis:
Diri penulis sendiri; agar penulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penyampaian berbagai macam infomasi serta menyaring dan memilah infomasi yang diterima dari pihak lain sebelum disebarkan melalui media internet agar masyarakat bisa menyerap dan memahami infomasi tersebut dengan baik dan bijak hingga menjadi manfaat bagi semua.
Kepada Pembaca:
Kepada para pembaca, penulis menyarankan agar pembaca dapat memanfaatkan peluang yang ada dalam penggunaan perangkat teknologi internet baik itu peluang ekonomi, pendidikan, sosial budaya, dan hukum yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan manusia. Serta dapat memahami dan menyaring segala informasi yang diterima dengan bijak.

Kartul Bab II


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Era Digital
Perkembangan teknologi ke arah serba digital saat ini semakin pesat. Pada era digital seperti ini, manusia secara umum memiliki gaya hidup baru yang tidak bisa dilepaskan dari perangkat yang serba elektronik. Teknologi menjadi alat yang mampu membantu sebagian besar kebutuhan manusia. Teknologi telah dapat digunakan oleh manusia untuk mempermudah melakukan tugas dan pekerjaan apapun. Peran penting teknologi inilah yang membawa peradaban manusia memasuki era digital. Era digital telah membawa berbagai perubahan yang baik sebagai dampak positif apabila digunakan dengan sebaik-baiknya.
Apa yang dimaksud dengan era digital? Menurut Aurilia Vica Kusuma, (2015) era digital (globalisasi) adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu sendiri. Secara umum, era digital ialah istilah memasuki zaman “digital”, yaitu munculnya jaringan internet, dan yang paling penting adalah perkembangan ilmu pengetahuan teknologi komunikasi dan komputer, atau bisa disebut dengan “era modern” (Wikipedia). Itulah makna dari era digital, tapi apa yang dimaksud dengan digital itu sendiri? Kata “digital” sendiri berasal dari kata “digit”. Apapun yang menggunakan teknologi digital, pasti menggunakan sinyal-sinyal yang dapat dipresentasikan dengan digit, yaitu angka 1 dan 0. Faktanya, digit ini dapat ditemukan di semua macam gawai yang ada, dimulai dari kalkulator, hingga ponsel genggam yang biasa kita gunakan sehari-hari. Digit berada di setiap perangkat elektronik yang kita pakai.
Berdasarkan informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa era digital adalah munculnya teknologi digital yang berkembang dan terus mempengaruhi kehidupan manusia.

2.2 Peluang dalam Era Digital dan Dampaknya
            Menurut Wawan Setiawan dalam “Era Digital dan Tantangannya”, Ia menulis bahwa salah satu contoh peluang dalam era digital adalah kemudahan untuk mendapatkan informasi lebih cepat. Hal ini benar, karena jaringan internet sudah membantu memudahkan mencari informasi. Masyarakat hanya perlu “mencari”. Namun, pernyataan ini tidak sepenuhnya benar. Tidak selalu jaringan internet memiliki kecepatan mencari yang cepat. Misalnya, jika jaringan “wifi” tidak kuat, maka kecepatan pencarian akan memakan waktu yang lebih lama. Meskipun demikian, hal ini tetap sebuah kemudahan dikarenakan meskipun kecepatan yang lambat, data yang ingin dicari pasti akan ditemukan, kecuali jika data yang dicari belum di unggah ke dalam internet.
            Menurut Reza Pahlevi (2012), pemerhati perkembangan teknologi, peluang dalam era digital juga mengakibatkan perkembangan di bidang bisnis, yaitu e-bisnis. E–bisnis adalah bisnis yang dijalankan secara elektronik. Sebagai contoh adalah e-shopping, e-commerce, dan lain sebagainya. Hal ini memudahkan masyarakat dalam berbisnis dimana masyarakat tidak perlu berpakaian rapi dan pergi menuju kantor untuk memulai sebuah bisnis. Masyarakat hanya perlu memulainya di gawai yang dimilikinya, seperti ponsel genggam, laptop, dan lain sebagainya. Seperti contohnya aplikasi Tokopedia, sebuah aplikasi online yang memudahkan transaksi perdagangan antara penjual dan pembeli. Para penjual hanya perlu memotret barang jualannya, lalu mengunggahnya dan mempostingnya di akun Tokopedia mereka. Sebagai konsumen, masyarakat hanya perlu mencarinya melalui perangkat teknologi ponsel pintar untuk melakukan transaksi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa era digital dapat membawa peluang bisnis yang akan membantu percepatan perekonomian masyarakat.
            Era digital juga memberi peluang pada bidang pendidikan. Munculnya beberapa aplikasi e-learning, sangat memudahkan pembelajaran bagi anak sekolah. Guru hanya perlu memasukkan materi pelajarannya ke dalam web e-learning dan murid dapat langsung membaca dan mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru walaupun mereka tidak datang ke sekolah.
            Dari informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa peluang dalam era digital bisa membawa manfaat di segala bidang. Namun demikian, pemanfaatannya harus terkontrol dalam penggunaan perangkat teknologi digital tersebut.


2.3 Tantangan dalam Era Digital dan Dampaknya
Era Digital tidak hanya menawarkan peluang dan manfaat besar bagi publik, namun juga memberikan tantangan. Penggunaan bermacam teknologi memang sangat memudahkan kehidupan manusia, namun demikian gaya hidup digital ini akan membuat manusia semakin bergantung pada penggunaan ponsel dan komputer.
Tantangan lainnya yaitu:
a.    Ancaman pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) karena akses data yang mudah yang menyebabkan orang plagiatis dapat melakukan kecurangan.
b.    Ancaman terjadinya pikiran pintas dimana anak-anak cenderung untuk berpikir pendek dan kurang konsentrasi.
c.    Ancaman penyalahgunaan pengetahuan untuk melakukan tindak pidana seperti menerobos sistem perbankan, dan lain-lain (menurunnya moralitas).
d.   Tidak mengefektifkan teknologi informasi sebagai media atau sarana belajar.
Apapun itu, kita patut bersyukur bahwa semua teknologi ini makin memudahkan kita, hanya saja setiap penggunaannya harus ada kontrol dan pengendalian. Karena bila terlalu berlebihan dalam menggunakan teknologi ini kita sendiri yang akan dirugikan, dan mungkin juga kita tak dapat memaksimalkan manfaatnya. Perkembangan teknologi yang begitu cepat hingga merasuk di seluruh lini kehidupan sosial masyarakat, ternyata bukan saja mengubah tatanan kehidupan sosial dan budaya masyarakat tetapi juga kehidupan politik.
  Kecanggihan teknologi yang dikembangkan oleh manusia benar-benar dimanfaatkan oleh para politisi yang ingin meraih simpati dan empati dari masyarakat luas baik melalui penyebaran informasi yang benar ataupun tidak untuk menaikan elektabilitas dan popularitas para politisi tersebut.
 Seperti yang terjadi akhir-akhir ini di negara kita yang akan menghadapi pemilihan umum pada bulan April 2019 yang akan datang. Dampak negatif pun bisa terjadi jika masyarakat tidak bisa menyaring, memilah, menyeleksi segala informasi yang beredar di jejaring sosial. Sehingga masyarakat tersebut mudah terprovokasi dan terjerumus ke perbuatan negatif. Sebagai contoh, seseorang yang tidak bisa menahan hawa nafsu negatif (pornografi) akan terjerumus untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas. Hal ini bertentangan dengan UU no. 40 tentang pornografi.

2.4 Cara Menghadapi Tantangan di Era Digital
            Teknologi akan terus berkembang. Seiring berjalannya waktu, akan terus tercipta sistem yang baru. Misalnya, berita akan terus disiarkan melalui media internet. Akan tetapi, tidak semua berita yang diunggah merupakan berita asli. Ada kemungkinan untuk terunggahnya berita hoaks atau palsu. Hal ini merupakan contoh tantangan dalam era digital. Namun sebaliknya, dengan diunggahnya berita asli dan benar, peluang yang baik dalam era digital pun akan tercipta.
 Trend era digital teknologi masa kini yang semakin canggih menyebabkan terjadinya perubahan besar dunia. Manusia telah dimudahkan dalam melalukan akses terhadap informasi melalui banyak cara, serta dapat menikmati fasilitas dari teknologi digital dengan bebas, namun dampak negatif pun muncul pula sebagai ancaman.  Tindak kejahatan mudah terfasilitasi, game online dapat merusak mental generasi muda, pornografi, dan pelanggaran hak cipta mudah dilakukan, dan lain-lain.
Telah terjadi revolusi digital sejak tahun 1980an dengan perubahan teknologi mekanik dan analog ke teknologi digital dan terus berkembang hingga hari ini. Perkembangan teknologi ini menjadi masif setelah penemuan personal komputer yaitu sistem yang dirancang dan diorganisasir secara otomatis untuk menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output dibawah kendali instruksi elektronik yang tersimpan di memori yang dapat memanipulasi data dengan cepat dan tepat. Data yang tersimpan tersebut tidak akan hilang kecuali dihapus oleh penulis atau pemiliknya. Dengan file digital dokumen akan menjadi jelas lebih ringkas yang setiap saat dapat dibuka melalui komputer dan ponsel.
Pengembangan berbagai aplikasi merebak seiring diproduksinya ponsel pintar dengan operating system (OS) yang semakin mendekatkan diri pada kehidupan manusia yang ditujukan demi kemudahan dan kenyamanan penggunanya. Perkembangan OS juga merambah pada peralatan digital lain seperti televisi pintar, mesin cuci pintar, kaca mata pintar, mesin pembuat kopi pintar, pengatur denyut jantung pintar, dan lain sebagainya. Hasil di atas merupakan pemanfaatan peluang dengan baik dan bijaksana untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam kehidupan.
Menurut penulis, terobosan terbesar sejarah teknologi digital merupakan media internet. Internet pertama kali diciptakan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan pertama kali dicoba pada tahun 1969. Pada awal keberadaan internet, penggunaannya hanya sebatas pada kebutuhan militer untuk menghubungkan komputer di satu daerah dengan komputer di daerah lainnya agar dapat bertukar informasi secara cepat.  Tahun 1990 merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu dengan yang lain. Inilah yang disebut www atau World Wide Web.
Pada Tahun 1992, komputer yang saling tersambung sudah membentuk jaringan yang melampaui sejuta komputer, dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing the internet yaitu menjelajahi berbagai data yang terdapat di dalamnya yang dapat memberikan informasi yang dicari secara cepat. Pada tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia pun langsung berubah. Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, seiring dengan kelahiran Netscape Navigator.
Teknologi tersebut terus berkembang hingga saat ini menghubungkan manusia satu sama lain dari seluruh belahan bumi. Youtube, juga merupakan hasil dari “www” yang berisi video unggahan masyarakat luas dari ujung hingga ujung belahan bumi, yang dapat bermanfaat dan memberi dampak positif bagi para penontonnya.  BLOGGER, sebuah web dimana masyarakat dapat membuat blog sendirinya dengan gratis, juga merupakan hasil dari “www”. Para pengguna blog disebut juga blogger, sedangkan pengguna youtube disebut youtuber.
Namun tidak semua unggahan berisi tentang yang positif. Banyak juga konten negatif yang tersebar luas di media internet, bukan hanya dari youtube tapi beberapa situs. Seperti konten pornografi, film bajakan dan lain sebagainya.
Di Indonesia sendiri, pemerintah telah mengeluarkan UU ITE atau Undang-undang Informasi dan Teknologi yang mengatur penggunaan, pemanfaatan, perlindungan hukum dalam pemakaian media internet. Contohnya ada UU no. 40 tentang pornografi, UU no. 11 tahun 2008/UU ITE, dan UU no. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, yang berhukuman pidana paling lama empat tahun atau denda paling banyak 1 milyar rupiah. Tentu saja, tidak semua dapat diatur dengan undang-undang tersebut, dikarenakan masih banyak yang menjual atau menyiarkan film bajakan dan pornografi secara langsung. Hal ini masih menjadi tugas pemerintah untuk mengkaji dan memperbaiki undang-undang yang ada agar menjadi lebih baik.
Upaya yang harus dilakukan pada era digital harus disikapi dengan serius dalam menguasai dan mengendalikan peran teknologi dengan baik agar era digital dapat membawa manfaat dan kebaikan bagi kehidupan manusia. Pendidikan harus menjadi media utama untuk memahami, menguasai, dan memperlakukan teknologi dengan baik dan benar. Anak-anak dan remaja harus diberikan pengertian dan pemahaman tentang penggunaan teknologi internet di era digital ini dengan baik.
Orang tua juga harus membantu, mengawasi dan mengontrol anak-anaknya dalam penggunaan perangkat teknologi internet seperti ponsel pintar, komputer, dan laptop agar anak bisa menggunakannya dengan baik dan benar.
Pengenalan tentang pemanfaatan berbagai aplikasi yang dapat membantu pekerjaan manusia perlu dikaji secara teliti agar dapat diketahui manfaat dan kegunaannya secara efektif dan efisien sehingga terhindar dari dampak negatif yang berlebihan. Oleh karena itu, kita harus bijak dalam menggunakan teknologi dan perangkatnya sehingga bisa memanfaatkan peluang yang ada dengan baik.

Kartul Bab I



Bab I
 Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
      Pada zaman ini, kita telah memasuki era digital. Era digital adalah istilah memasuki zaman “digital”, misalnya, kemunculan jaringan internet, gawai, dan khususnya teknologi komputer. Media baru sering digunakan untuk menggambarkan teknologi digital. Media baru memiliki karakteristik yang dapat dimanipulasi, bersifat jaringan atau internet. Selain internet, media lain seperti media cetak, televisi, majalah, koran dan lain-lain bukanlah termasuk dalam kategori media baru. Media massa beralih ke media baru atau internet karena adanya pergeseran budaya dalam sebuah penyampaian informasi. Kemampuan media baru lebih memudahkan masyarakat untuk menerima informasi lebih cepat dan dalam.
      Kecepatan dalam menerima infomasi menjadi tantangan tersendiri dan juga memberikan peluang dalam era digital ini. Contohnya ada beberapa kasus yang sempat menghangat di media sosial, seperti hoaks atau penyebaran berita yang tidak benar yang dapat memberikan dampak di dalam masyarakat kita yang sangat heterogen. Hal ini dikarenakan adanya peluang yang digunakan untuk hal-hal yang bertentangan dengan norma dan etika dalam penggunaan media sosial tersebut.
Penulis ingin sekali tahu mengapa kebanyakan orang membiarkan peluang yang bermanfaat dalam penggunaan media sosial ini lewat begitu saja. Semestinya dengan pemanfaatan yang benar, masyarakat dapat menghasilkan dan memberikan sesuatu hal yang bermanfaat bagi diri maupun orang lain yang dapat meningkatkan taraf hidupnya kelak. Sebagai contoh Atta Halilintar, seorang youtuber terkenal dari Indonesia yang menggunakan media internet sebagai media penyampaian informasi kepada masyarakat dengan cara membuat video dengan konten-konten yang menarik dan dapat meraih keuntungan bagi dirinya sehingga menjadi sebuah peluang baru sebagai mata pencahariannya.

1.2  Rumusan Masalah
Pada era digital yang selalu berkembang ini, banyak sekali permasalahan yang terjadi. Semua itu dapat saya simpulkan dengan lima pertanyaan singkat, yaitu:
1.      Apa itu pengertian Era Digital?
2.      Apa saja peluang di era digital dan dampaknya?
3.      Apa saja tantangan di era digital dan dampaknya?
4.      Bagaimana cara mengatasi tantangan pada era digital?
      
1.3  Batasan Masalah
Dari semua pertanyaan di atas, penulis menyimpulkan bahwa inti pembahasan adalah untuk mengetahui peluang dan tantangan apa saja yang dihadapi di era digital ini.


1.4  Tujuan Penulisan
Tujuan utama saya mengadakan riset ini adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui pengertian era digital.
2.      Mengetahui apa saja peluang di era digital dan dampaknya.
3.      Mengetahui apa saja tantangan di era digital dan dampaknya.
4.      Mengetahui cara mengatasi tantangan pada era digital.

1.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah dengan melakukan studi pustaka yaitu dengan membaca buku, melihat, dan mencari informasi atas beberapa peristiwa yang terjadi di masyarakat dari internet.           

Rabu, 05 September 2018

Labsraw Basketball


Labsraw Basketball
Asalamualaikum wr.wb. Halo blogger semua! Pada blog kali ini, saya akan menceritakan salah satu ekskul yang saya ikuti, yaitu basket.
    
     SMP Labschool dikenal karena prestasi yang amat banyak dan membanggakan. Prestasi tersebut baik yang akademik, maupun non-akademik. Salah satu prestasi yang didapatkan dalam kategori non-akademik yaitu dari ekskul basket. Basket SMP Labschool Jakarta memang dikenal de beberapa bagian Jakarta, karena kegagahan dan kepintaran para pemain basket dari sekolah ini. Ekskul ini bahkan mempunyai nama, yaitu Labsraw Basketball. Tim basket ini dilatih oleh Coach Agus Sutiana.

Hasil gambar untuk basket labsraw
(Basket SMP Labschool Jakarta meraih juara 1 di LASER 2018)
     Prestasi yang didapatkan tim basket Labsraw cukup banyak, dan sungguh memuaskan. Selebihnya yang di atas, terdapat juga banyak prestasi dari tim kami. Saya sebagai pengikut ekskul basket sndiri, saya Alhamdulillah termasuk dalam tim inti Labsraw Basketball. Tapi, saya belum diikuti lomba. Semoga saja saya akan dipilih mewakili sekolah kami untuk berlomba. Bukan hanya saya sendiri, tapi beberapa teman-temanku yang dipilih tim inti juga. Diantaranya Keefe, Azriel, Bannu, Ferrel, Musa, Icha, Raya, Valen, Zia, juga dimasukkan ke dalam tim inti Labsraw.
     Masih banyak lagi anggota tim inti yang lain, tapi sisanya adalah angkatan sebelum saya, dan sesudah saya. Angkatan 25 (sebelum saya) telah berhasil membawakan prestasi yang sangat membanggakan. Sayangnya, beberapa dari mereka sudah keluar dan focus belajar untuk UN. Seperti apa yang Kak Agus katakana, “Mau dibawa kemana tim basket ini,” angkatan ku dan 27 (sesudahku) belum meraih apa yang diraih angkatan 25. Saya sangat menghormati perjuangan dan pengorbanan kakak kelasku, tapi mungkin mereka tidak akan disini beberapa lama lagi. Waktu mereka hampi habis. Mungkin saja kejuaraan yang akan dating, menjadi kejuaraan terakhir mereka. Jika memang saatnya, maka saya ucapkan terima kasih dari lubuk hatiku yang paling dalam dan selamat jalan untuk kakak kelasku. Tapi bukan berarti prestasi dan perjuangan mereka habis di situ saja. Kita harus melanjutkan apa yang telah dilaksanakan oleh kakak kelas kami, dan membuat perubahan yang baik agar Tim Basket SMP Labschool Jakarta ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Tugas mereka telah selesai, sekarang saatnya kita untuk melanjutkannya!

Itu saja pada blog kali ini. Jika ada kesalahan itu karena diri saya sendiri, mohon dimaafkan, dan jika ada satupun kata yang benar, itu semata-mata karena Allah SWT. Terima kasih dan sampai jumpa di blog yang akan datang! Wasalamualaikum wr.wb

Rabu, 29 Agustus 2018

Labschool Rumah Keduaku

Halo Blogger SEMUA! Pada blog kali ini, saya akan membawakan video tentang Labschool Rumah Keduaku. Silahkan!!!

Kamis, 23 Agustus 2018

Libur Asian Games


Libur Asian Games
Halo bloggers semua, dan pada blog ini, saya akan menceritakan libur Asian Games.

     Libur dimulai pada tanggal 17 Agustus , yaa, pada saat kemerdekaan. Bertepatan dengan itu, Asian Games 2018 dimulai di sini, Indonesia. Kebetulan, sekolah kami terkena jalur Asian games tersebut. Jadi, sekolah kami di liburkan. Pembelajaran kami diganti dengan system pembelajaran e learning di rumah. E-Learning merupakan sistem pembelajaran elektronik, melalui computer, laptop, hp, dan lai-lain. Jadi, kita tidak perlu keluar rumah untuk melakukan kegiatan pembelajaran

     Secara singkat, pembelajaran kami hanya ditukar menjadi online. Pada hari Senin, kami memulai dengan matpel Agama, PPKN, dan BI. Esoknya, kami mengerjakan MTK, IPA ddan IPS. Pada hari Rabu, hari Idul Adha/Qurban, bagi orang islam, kami megerjakan shalat Idh. Lalu, kami melanjutkan dengan ibadah qurban. Aku dan keluargaku shalat di dekat rumah. Kami lalu mengunjunjungi nenekku dan kakekku di Subang, Jawa Barat. Perjalanannya cukup lama. Sesampainya di sana, kami bersilaturahmi Bersama dan makan Bersama. Lalu, kami pulang pukul 16.00.

     Esoknya, kami melanjutkan kegiatan E-Learning di rumah. Dengan matpel prakarya, seni budaya, dan B, Inggris. Hari ini, kami melanjutkan dengan matpel BTIK dan PJOK. Kami masih akan menanti E – Learning selanjutnya, jadi saya hentikan sampai sini. BYE!

Selasa, 14 Agustus 2018

Kenali Angklung, Warisan Musik Tradisional Sunda Asli


Kenali Angklung, Warisan Musik Tradisional Sunda Asli


Angklung, alat musik asli Sunda ini adalah salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan. Berasal dari Kabupaten Kuningan, alat musik yang terbuat dari bambu ini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia.
Tak kenal maka tak sayang. Untuk mencintai warisan yang sangat berharga ini, mari kita mengenal angklung lebih dalam. Banyak fakta unik yang mungkin belum Anda ketahui tentang instrumen ini sejauh ini, dan semuanya akan dibahas di sini.

Sejarah Angklung
Tidak ada catatan pasti kapan tepatnya angklung diciptakan. Tetapi sejarah mencatat bahwa pada abad ke-12, instrumen ini mulai digunakan, yaitu pada masa Kerajaan Sunda

Alat ini diyakini sebagai pemanggil Dewi Sri untuk memberikan kesuburan bagi lahan pertanian. Biasanya, angklung terbuat dari bambu hitam dan ater bambu dengan berbagai jenis ukuran yang menghasilkan musik yang berbeda.
 


Setelah itu, angklung berkembang menjadi beberapa tipe. Salah satunya adalah nada musik angklung oleh Daeng Sutigna, warga Citangtu, Kuningan yang merupakan orang pertama yang menciptakan nada musik diatonis angklung. Karena Daeng Sutigna juga, angklung bisa memainkan berbagai jenis musik, baik tradisional maupun modern.
Karena Daeng Sutigna juga, Kabupaten Kuningan kini menyebut dirinya sebagai Kabupaten Angklung dan telah berdiri sejak 2010.
Jenis Angklung
Tidak hanya satu, tetapi ada beberapa jenis angklung. Mulai dari Angklung Kanekes yang dimainkan oleh masyarakat Baduy, Angklung Reyog dimainkan di Ponorogo, Angklung Banyuwangi, Angklung Bali, Angklung Dogdog Lojor, Angklung Gubrak dimainkan oleh masyarakat Bogor, Angklung Badeng dimainkan oleh masyarakat Garut, Angklung Buncis dimainkan oleh orang-orang dari Bandung, Angklung Padaeng yang khas dari Kuningan, Angklung Toel, Angklung Sri Murni dan Angklung Sarinade yang memiliki nada bulat.




Cara Memainkan Angklung
Berbeda dengan angklung, suara khasnya juga berbeda. Begitupun dengan teknik memainkannya, didorong dengan cara yang berbeda, nada akan berbeda.
Teknik yang paling banyak digunakan untuk memainkan angklung adalah Karulung, yaitu menggoyangkannya ke kiri dan ke kanan. Cara kedua adalah dengan memeriksa, alias brengsek itu. Dan teknik Tangkep, yang mirip dengan Karulung, tetapi ada satu tabung yang diadakan agar tidak bergetar

Festival Angklung Kuningan

Ada banyak festival angklung yang telah diselenggarakan di Jawa Barat dan Banten, serta beberapa daerah lainnya. Tapi yang akan segera diselenggarakan adalah Festival Angklung Kuningan, yang akan diselenggarakan pada 17 Agustus 2018.
Kuningan telah berulang kali menggelar festival angklung dan selalu dipadati pengunjung. Tidak hanya dari daerah Kuningan itu sendiri, tetapi juga dari daerah lain yang ingin melihat secara langsung acara akbar dari alat musik tradisional ini.
Tertarik menyaksikan festival tahunan ini? Anda bisa pergi ke Kuningan dengan kereta api. Cara termudah adalah dengan membeli tiket kereta api Indonesia ke Cirebon. Dari sini, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan mini bus atau elf ke Kuningan.
Biasanya, ketika musim festival angklung tiba, tiket kereta api Indonesia ke Cirebon selalu terjual habis. Karena itu, Anda harus mempersiapkan diri untuk waktu yang lama agar Anda tidak kehabisan. Dan pastikan untuk membeli di Traveloka yang sudah dikenal sebagai agen tiket kereta api Indonesia yang tepercaya.
Dibandingkan dengan jalur lain, kereta ke Cirebon dan kemudian ke Kuningan adalah pilihan transportasi tercepat dan paling terjangkau. Dengan anggaran terbatas, Anda bisa menikmati serunya festival angklung di Kuningan dan sampai ke tempat-tempat lain yang tidak kalah menarik di daerah ini.


Senin, 16 Juli 2018

Libur Lebaran



Libur Lebaran

Halo blogger-blogger semua! Namaku Arshya dan pada blog kali ini, aku akan menceritakan liburan akhir semester dua.


     Aku memulai liburan dengan pergi ke kampungku, atau biasa dibilang mudik. Aku pergi mngunjungi nenekku di Subang, Jawa Barat. Kami menginap di hotel dekat dengan rumah nenekku. Karena masih Bulan Ramadhan, tiap pagi kami akan sahur di hotel. Siangnya, kami akan pergi ke rumah nenekku dan membantu menyiapkan buka puasa. Malamnya, kami akan berbuka puasa bersama. Enak rasanya untuk berbuka puasa bersama seluruh keluarga. Begitulah selama dua hari kami berada di sana.


     Pada hari Raya Idul Fitri, kami shalat di taman kota depan masjid, bersama keluargaku. Sepulangnya, kami pergi ke rumah nenekku untuk bermaaf-maafan, dilanjutkan dengan bermakan-makan bersama, juga dengan kerabat-kerabat yang lain. Kami mengadakan foto keluarga, seperti yang sudah dilakukan setiap tahun. Siangnya, kami shalat Jumat di masjid dekat rumah, karena kakekku tidak sanggup untuk jalan jauh. Sorenya, kami langsung jalan, pergi mudik ke Purwokerto, kampong ayahku. Perjalanan kira-kira lima jam yang sangat lama, akhirnya kita sampai juga. Kami beristirahat di hotel.


     Esoknya, kami pergi ke rumah saudaraku untuk bersilaturahmi. Kami makan bersama dilanjutkan dengan pergi berziarah ke makam kakekku. Ia meniggal dunia 10 hari sebelum aku lahir. Sangat sedih melihat ayahku, karena ayahku tidak bisa bertemu dengan ayahnya. Setelah itu, kami mengunjungi rumah kakak Alm. Kakekku. . Setelah perjalanan yang lama, kami sampai di rumah saudaraku (yang lain). Kami bersilaturahmi dan nonton bersama. Pulangnya, kami berhenti untuk makan di restoran dekat. Lalu kami pulang.Tidak lama setelah itu, kami diajak makan bersama di restoran yang besar (namanya gw lupa) untuk syukuran.
    

     Hari ini, aku, adikku, bersama saudaraku pergiberjalan – jalan keliling kota, selebihnya untuk mencari peralatan make up. Aku bersama saudaraku, hanya berada di mobil, main ML. Kira – kira begitu sepanjang jalan. Setelah lama menunggu, kami akhirnya jalan ke restoran untuk makan. Sejujurnya, makanannya sangat enak. Sorenya, kami berenang di kolam hotel bersama. Hingga malam tiba.

     Sayangnya, hari ini adalah hari terakhir kami di Purwokerto. Kami pergi ke rumah saudara untuk berpamitan dan pergi menuju Jakarta. Perjalanannya sangat panjang, dan jalanannya sangat padat. Macet sekali. Sesampainya di Tol Cipali, keadaan mulai memburuk. Karena ada kecelakaan, macetnya bertambah parah. Ayahku memutuskan untuk berhenti di Subang dan melanjutkannya besok.

    Esoknya, seperti kata ayahku, kami melanjutkan perjalanan sampai ke Jakarta. Jalanannya masih cukup macet, tapi tidak separah kemarin. Kami sampai ke Jakarta pukul 15. 30.

     Sisa liburanku selebihnya seperti ini:
1.     Main HP
2.     Main Basket
3.     Makan
4.     Jalan – jalan
5.     Ulangi
    
     (Kecuali pada saat aku menemani adikku wisuda dan ditinggal perpisahan)



Minggu, 18 Februari 2018

NBA All-Star 2018: Slam Dunk Contest

VICTOR OLADIPO, PACERS

Oladipo’s ability to make the most of an off-season trade from Oklahoma City with a breakout year in Indiana has been one of the league’s best storylines this season. The first-time All-Star and Most Improved Player candidate will get a second chance at adding a Dunk Contest belt to his résumé after finishing second to LaVine in 2015.
At 6’4”, Oladipo is a compact, power dunker who favors spinning tricks. In 2015, his best dunk was a “540” in which he double-clutched and then reached back for a reverse finish following a dizzying spin. That dunk drew a perfect “50” from the judges and led Oladipo to parade around the court with a sign that read “Mr. 360,” much to the crowd’s delight. Surely, Oladipo will go back to that portion of his toolbox on Saturday, given how quickly and effortlessly he is able to complete mid-air rotations.   
The rest of Oladipo’s 2015 contest was less impressive: He caught an alley-oop off the side of the glass for a one-handed 360, he tried and failed to complete a lefty dunk after jumping over a seated Elfrid Payton, and he ended with a simple windmill after taking an alley-oop off the back of the backboard. While the 25-year-old Oladipo still has plenty of bounce and charisma three years later, he’ll need more creativity—and perhaps some additional props or stunts—to keep up with the younger guards in this year’s competition.  

LARRY NANCE JR. CAVALIERS

Larry Nance Jr. is the son of Slam Dunk Contest royalty. In 1984, Suns forward Larry Nance Sr. completed nine dunks over three rounds to win the league’s first ever Dunk Contest, besting a star-studded nine-member field that included Hall of Famers Julius Erving, Dominique Wilkins, and Clyde Drexler. Nance Sr. used his long arms to rock the cradle, he dunked two balls simultaneously, he tossed an alley-oop off the glass, and he swooped underneath the basket for reverse dunks. By modern standards, of course, his work looks pedestrian.
After multiple years of Dunk Contest hype were derailed by various injuries, Nance Jr. is finally healthy and ready to follow in his father’s footsteps. The 25-year-old Nance Jr. has compiled a long list of posterization victims during his three-year career thanks to his 6’9” frame, excellent springs, and fearlessness. His signature is his willingness to extend fully so that the ball is well above the rim at its apex, and those Statue of Liberty style dunks made him a Staples Center favorite during his two-plus seasons with the Lakers prior to his trade to the Cavaliers last week.
Nance Jr. appears headed for a boom-or-bust contest. He has three distinct advantages: 1) His size and length set him apart from his competitors, 2) He should enjoy a home-court advantage in L.A., and 3) his father’s place in NBA history sets up the obvious possibility of tribute dunks, old-school jerseys, and other heartwarming narrative-generating fare. However, one-handed tomahawks play a lot better over Kevin Durant than they do in the Dunk Contest, a friendly audience can only do so much, and retro nostalgia must be supplemented with title-worthy material. Nance Jr. also faces the classic big man challenge: His dunks will need to have enough technical elements so that they don’t come off looking simplistic or “easy” given his significant height advantage over his three competitors.

DENNIS SMITH JR., MAVERICKS

Pegged as a possible Rookie of the Year candidate during the preseason, Dennis Smith Jr. has quietly receded from the headlines for most of the 2017–18 season. Despite eye-popping physical tools, the 6’3” guard has struggled to score efficiently, and the Mavericks have been way out of the playoff picture all season. Other rookies like Ben Simmons, Jayson Tatum, Donovan Mitchell and even Lonzo Ball have gobbled up all of the attention.
That said, Smith is built to win a Dunk Contest: He explodes off the court, he consistently gets head-level to the rim, and he finishes like he’s trying to rip the basket off its stanchion. But don’t sleep on his technique! As this highlight reel from Team Flight Brothers shows, the 20-year-old Smith is capable of finishing with either hand after putting the ball between his legs in mid-air.
The Slam Dunk Contest buzz picked up for Smith during Las Vegas Summer League, as he consistently dazzled during lay-up lines and in games. At his best, he boasts a rare combination of grace and might that has consistently drawn comparisons to Steve Francis and a young Derrick Rose.

DONOVAN MITCHELL, JAZZ

If there’s one major downside to the composition of this year’s field, it’s that Oladipo, Smith and the 6’3” Donovan Mitchell are cut from a similar cloth as smaller guards with thunderous potential. It seems inevitable that Saturday’s contest will start to blur together because the field is lacking a long-and-lean pogo-stick like 2017 runner-up Derrick Jones Jr., a true center like DeAndre Jordan or Andre Drummond, or a mighty mouse candidate like Nate Robinson.
However, Mitchell, a late addition once Gordon scratched, hasn’t had any problem separating himself from the pack this season. He’s leading all rookies in scoring, pushing Simmons for Rookie of the Year honors, and doing more than his fair share to keep Utah in the West’s playoff picture. His leaping ability is a huge part of his appeal: Mitchell bounced high against the Lakers for a put-back slam that stands as one of the NBA’s best dunks this season, he’s completed one-handed alley-oops and windmills in games, and he tracks towards the rim like a heat-seeking missile. He’s not a League Pass favorite by accident.  
Will Mitchell’s dunking style translate to the contest format? The audience has been spoiled by LaVine, Gordon, Robinson III and others in recent years, and to keep pace Mitchell will need to display a level of creativity and intricacy that he hasn’t yet shown in games. No matter how forcefully delivered, a windmill isn’t going to cut it on Saturday.
RESULTS

Image result for donovan mitchell dunk
Donovan Mitchell defeated Larry Nance Jr. in the final round to capture the Slam Dunk Contest title, but Nance's double-tap throwdown was arguably the best dunk of the event. Dennis Smith Jr. also made his presence felt with a unique between-the-legs finish, and Victor Oladipo scored showmanship points by wearing a "Black Panther" mask for one of his attempts.

Cita - Cita Anak Labschool

Semua orang pasti memiliki cita-cita. Cita -cita  adalah suatu impian dan harapan seseorang, cita cita  adalah mimpi, mimpi adalah kunci yan...