Rabu, 05 September 2018

Labsraw Basketball


Labsraw Basketball
Asalamualaikum wr.wb. Halo blogger semua! Pada blog kali ini, saya akan menceritakan salah satu ekskul yang saya ikuti, yaitu basket.
    
     SMP Labschool dikenal karena prestasi yang amat banyak dan membanggakan. Prestasi tersebut baik yang akademik, maupun non-akademik. Salah satu prestasi yang didapatkan dalam kategori non-akademik yaitu dari ekskul basket. Basket SMP Labschool Jakarta memang dikenal de beberapa bagian Jakarta, karena kegagahan dan kepintaran para pemain basket dari sekolah ini. Ekskul ini bahkan mempunyai nama, yaitu Labsraw Basketball. Tim basket ini dilatih oleh Coach Agus Sutiana.

Hasil gambar untuk basket labsraw
(Basket SMP Labschool Jakarta meraih juara 1 di LASER 2018)
     Prestasi yang didapatkan tim basket Labsraw cukup banyak, dan sungguh memuaskan. Selebihnya yang di atas, terdapat juga banyak prestasi dari tim kami. Saya sebagai pengikut ekskul basket sndiri, saya Alhamdulillah termasuk dalam tim inti Labsraw Basketball. Tapi, saya belum diikuti lomba. Semoga saja saya akan dipilih mewakili sekolah kami untuk berlomba. Bukan hanya saya sendiri, tapi beberapa teman-temanku yang dipilih tim inti juga. Diantaranya Keefe, Azriel, Bannu, Ferrel, Musa, Icha, Raya, Valen, Zia, juga dimasukkan ke dalam tim inti Labsraw.
     Masih banyak lagi anggota tim inti yang lain, tapi sisanya adalah angkatan sebelum saya, dan sesudah saya. Angkatan 25 (sebelum saya) telah berhasil membawakan prestasi yang sangat membanggakan. Sayangnya, beberapa dari mereka sudah keluar dan focus belajar untuk UN. Seperti apa yang Kak Agus katakana, “Mau dibawa kemana tim basket ini,” angkatan ku dan 27 (sesudahku) belum meraih apa yang diraih angkatan 25. Saya sangat menghormati perjuangan dan pengorbanan kakak kelasku, tapi mungkin mereka tidak akan disini beberapa lama lagi. Waktu mereka hampi habis. Mungkin saja kejuaraan yang akan dating, menjadi kejuaraan terakhir mereka. Jika memang saatnya, maka saya ucapkan terima kasih dari lubuk hatiku yang paling dalam dan selamat jalan untuk kakak kelasku. Tapi bukan berarti prestasi dan perjuangan mereka habis di situ saja. Kita harus melanjutkan apa yang telah dilaksanakan oleh kakak kelas kami, dan membuat perubahan yang baik agar Tim Basket SMP Labschool Jakarta ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Tugas mereka telah selesai, sekarang saatnya kita untuk melanjutkannya!

Itu saja pada blog kali ini. Jika ada kesalahan itu karena diri saya sendiri, mohon dimaafkan, dan jika ada satupun kata yang benar, itu semata-mata karena Allah SWT. Terima kasih dan sampai jumpa di blog yang akan datang! Wasalamualaikum wr.wb

Rabu, 29 Agustus 2018

Labschool Rumah Keduaku

Halo Blogger SEMUA! Pada blog kali ini, saya akan membawakan video tentang Labschool Rumah Keduaku. Silahkan!!!

Kamis, 23 Agustus 2018

Libur Asian Games


Libur Asian Games
Halo bloggers semua, dan pada blog ini, saya akan menceritakan libur Asian Games.

     Libur dimulai pada tanggal 17 Agustus , yaa, pada saat kemerdekaan. Bertepatan dengan itu, Asian Games 2018 dimulai di sini, Indonesia. Kebetulan, sekolah kami terkena jalur Asian games tersebut. Jadi, sekolah kami di liburkan. Pembelajaran kami diganti dengan system pembelajaran e learning di rumah. E-Learning merupakan sistem pembelajaran elektronik, melalui computer, laptop, hp, dan lai-lain. Jadi, kita tidak perlu keluar rumah untuk melakukan kegiatan pembelajaran

     Secara singkat, pembelajaran kami hanya ditukar menjadi online. Pada hari Senin, kami memulai dengan matpel Agama, PPKN, dan BI. Esoknya, kami mengerjakan MTK, IPA ddan IPS. Pada hari Rabu, hari Idul Adha/Qurban, bagi orang islam, kami megerjakan shalat Idh. Lalu, kami melanjutkan dengan ibadah qurban. Aku dan keluargaku shalat di dekat rumah. Kami lalu mengunjunjungi nenekku dan kakekku di Subang, Jawa Barat. Perjalanannya cukup lama. Sesampainya di sana, kami bersilaturahmi Bersama dan makan Bersama. Lalu, kami pulang pukul 16.00.

     Esoknya, kami melanjutkan kegiatan E-Learning di rumah. Dengan matpel prakarya, seni budaya, dan B, Inggris. Hari ini, kami melanjutkan dengan matpel BTIK dan PJOK. Kami masih akan menanti E – Learning selanjutnya, jadi saya hentikan sampai sini. BYE!

Selasa, 14 Agustus 2018

Kenali Angklung, Warisan Musik Tradisional Sunda Asli


Kenali Angklung, Warisan Musik Tradisional Sunda Asli


Angklung, alat musik asli Sunda ini adalah salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan. Berasal dari Kabupaten Kuningan, alat musik yang terbuat dari bambu ini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia.
Tak kenal maka tak sayang. Untuk mencintai warisan yang sangat berharga ini, mari kita mengenal angklung lebih dalam. Banyak fakta unik yang mungkin belum Anda ketahui tentang instrumen ini sejauh ini, dan semuanya akan dibahas di sini.

Sejarah Angklung
Tidak ada catatan pasti kapan tepatnya angklung diciptakan. Tetapi sejarah mencatat bahwa pada abad ke-12, instrumen ini mulai digunakan, yaitu pada masa Kerajaan Sunda

Alat ini diyakini sebagai pemanggil Dewi Sri untuk memberikan kesuburan bagi lahan pertanian. Biasanya, angklung terbuat dari bambu hitam dan ater bambu dengan berbagai jenis ukuran yang menghasilkan musik yang berbeda.
 


Setelah itu, angklung berkembang menjadi beberapa tipe. Salah satunya adalah nada musik angklung oleh Daeng Sutigna, warga Citangtu, Kuningan yang merupakan orang pertama yang menciptakan nada musik diatonis angklung. Karena Daeng Sutigna juga, angklung bisa memainkan berbagai jenis musik, baik tradisional maupun modern.
Karena Daeng Sutigna juga, Kabupaten Kuningan kini menyebut dirinya sebagai Kabupaten Angklung dan telah berdiri sejak 2010.
Jenis Angklung
Tidak hanya satu, tetapi ada beberapa jenis angklung. Mulai dari Angklung Kanekes yang dimainkan oleh masyarakat Baduy, Angklung Reyog dimainkan di Ponorogo, Angklung Banyuwangi, Angklung Bali, Angklung Dogdog Lojor, Angklung Gubrak dimainkan oleh masyarakat Bogor, Angklung Badeng dimainkan oleh masyarakat Garut, Angklung Buncis dimainkan oleh orang-orang dari Bandung, Angklung Padaeng yang khas dari Kuningan, Angklung Toel, Angklung Sri Murni dan Angklung Sarinade yang memiliki nada bulat.




Cara Memainkan Angklung
Berbeda dengan angklung, suara khasnya juga berbeda. Begitupun dengan teknik memainkannya, didorong dengan cara yang berbeda, nada akan berbeda.
Teknik yang paling banyak digunakan untuk memainkan angklung adalah Karulung, yaitu menggoyangkannya ke kiri dan ke kanan. Cara kedua adalah dengan memeriksa, alias brengsek itu. Dan teknik Tangkep, yang mirip dengan Karulung, tetapi ada satu tabung yang diadakan agar tidak bergetar

Festival Angklung Kuningan

Ada banyak festival angklung yang telah diselenggarakan di Jawa Barat dan Banten, serta beberapa daerah lainnya. Tapi yang akan segera diselenggarakan adalah Festival Angklung Kuningan, yang akan diselenggarakan pada 17 Agustus 2018.
Kuningan telah berulang kali menggelar festival angklung dan selalu dipadati pengunjung. Tidak hanya dari daerah Kuningan itu sendiri, tetapi juga dari daerah lain yang ingin melihat secara langsung acara akbar dari alat musik tradisional ini.
Tertarik menyaksikan festival tahunan ini? Anda bisa pergi ke Kuningan dengan kereta api. Cara termudah adalah dengan membeli tiket kereta api Indonesia ke Cirebon. Dari sini, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan mini bus atau elf ke Kuningan.
Biasanya, ketika musim festival angklung tiba, tiket kereta api Indonesia ke Cirebon selalu terjual habis. Karena itu, Anda harus mempersiapkan diri untuk waktu yang lama agar Anda tidak kehabisan. Dan pastikan untuk membeli di Traveloka yang sudah dikenal sebagai agen tiket kereta api Indonesia yang tepercaya.
Dibandingkan dengan jalur lain, kereta ke Cirebon dan kemudian ke Kuningan adalah pilihan transportasi tercepat dan paling terjangkau. Dengan anggaran terbatas, Anda bisa menikmati serunya festival angklung di Kuningan dan sampai ke tempat-tempat lain yang tidak kalah menarik di daerah ini.


Senin, 16 Juli 2018

Libur Lebaran



Libur Lebaran

Halo blogger-blogger semua! Namaku Arshya dan pada blog kali ini, aku akan menceritakan liburan akhir semester dua.


     Aku memulai liburan dengan pergi ke kampungku, atau biasa dibilang mudik. Aku pergi mngunjungi nenekku di Subang, Jawa Barat. Kami menginap di hotel dekat dengan rumah nenekku. Karena masih Bulan Ramadhan, tiap pagi kami akan sahur di hotel. Siangnya, kami akan pergi ke rumah nenekku dan membantu menyiapkan buka puasa. Malamnya, kami akan berbuka puasa bersama. Enak rasanya untuk berbuka puasa bersama seluruh keluarga. Begitulah selama dua hari kami berada di sana.


     Pada hari Raya Idul Fitri, kami shalat di taman kota depan masjid, bersama keluargaku. Sepulangnya, kami pergi ke rumah nenekku untuk bermaaf-maafan, dilanjutkan dengan bermakan-makan bersama, juga dengan kerabat-kerabat yang lain. Kami mengadakan foto keluarga, seperti yang sudah dilakukan setiap tahun. Siangnya, kami shalat Jumat di masjid dekat rumah, karena kakekku tidak sanggup untuk jalan jauh. Sorenya, kami langsung jalan, pergi mudik ke Purwokerto, kampong ayahku. Perjalanan kira-kira lima jam yang sangat lama, akhirnya kita sampai juga. Kami beristirahat di hotel.


     Esoknya, kami pergi ke rumah saudaraku untuk bersilaturahmi. Kami makan bersama dilanjutkan dengan pergi berziarah ke makam kakekku. Ia meniggal dunia 10 hari sebelum aku lahir. Sangat sedih melihat ayahku, karena ayahku tidak bisa bertemu dengan ayahnya. Setelah itu, kami mengunjungi rumah kakak Alm. Kakekku. . Setelah perjalanan yang lama, kami sampai di rumah saudaraku (yang lain). Kami bersilaturahmi dan nonton bersama. Pulangnya, kami berhenti untuk makan di restoran dekat. Lalu kami pulang.Tidak lama setelah itu, kami diajak makan bersama di restoran yang besar (namanya gw lupa) untuk syukuran.
    

     Hari ini, aku, adikku, bersama saudaraku pergiberjalan – jalan keliling kota, selebihnya untuk mencari peralatan make up. Aku bersama saudaraku, hanya berada di mobil, main ML. Kira – kira begitu sepanjang jalan. Setelah lama menunggu, kami akhirnya jalan ke restoran untuk makan. Sejujurnya, makanannya sangat enak. Sorenya, kami berenang di kolam hotel bersama. Hingga malam tiba.

     Sayangnya, hari ini adalah hari terakhir kami di Purwokerto. Kami pergi ke rumah saudara untuk berpamitan dan pergi menuju Jakarta. Perjalanannya sangat panjang, dan jalanannya sangat padat. Macet sekali. Sesampainya di Tol Cipali, keadaan mulai memburuk. Karena ada kecelakaan, macetnya bertambah parah. Ayahku memutuskan untuk berhenti di Subang dan melanjutkannya besok.

    Esoknya, seperti kata ayahku, kami melanjutkan perjalanan sampai ke Jakarta. Jalanannya masih cukup macet, tapi tidak separah kemarin. Kami sampai ke Jakarta pukul 15. 30.

     Sisa liburanku selebihnya seperti ini:
1.     Main HP
2.     Main Basket
3.     Makan
4.     Jalan – jalan
5.     Ulangi
    
     (Kecuali pada saat aku menemani adikku wisuda dan ditinggal perpisahan)



Minggu, 18 Februari 2018

NBA All-Star 2018: Slam Dunk Contest

VICTOR OLADIPO, PACERS

Oladipo’s ability to make the most of an off-season trade from Oklahoma City with a breakout year in Indiana has been one of the league’s best storylines this season. The first-time All-Star and Most Improved Player candidate will get a second chance at adding a Dunk Contest belt to his résumé after finishing second to LaVine in 2015.
At 6’4”, Oladipo is a compact, power dunker who favors spinning tricks. In 2015, his best dunk was a “540” in which he double-clutched and then reached back for a reverse finish following a dizzying spin. That dunk drew a perfect “50” from the judges and led Oladipo to parade around the court with a sign that read “Mr. 360,” much to the crowd’s delight. Surely, Oladipo will go back to that portion of his toolbox on Saturday, given how quickly and effortlessly he is able to complete mid-air rotations.   
The rest of Oladipo’s 2015 contest was less impressive: He caught an alley-oop off the side of the glass for a one-handed 360, he tried and failed to complete a lefty dunk after jumping over a seated Elfrid Payton, and he ended with a simple windmill after taking an alley-oop off the back of the backboard. While the 25-year-old Oladipo still has plenty of bounce and charisma three years later, he’ll need more creativity—and perhaps some additional props or stunts—to keep up with the younger guards in this year’s competition.  

LARRY NANCE JR. CAVALIERS

Larry Nance Jr. is the son of Slam Dunk Contest royalty. In 1984, Suns forward Larry Nance Sr. completed nine dunks over three rounds to win the league’s first ever Dunk Contest, besting a star-studded nine-member field that included Hall of Famers Julius Erving, Dominique Wilkins, and Clyde Drexler. Nance Sr. used his long arms to rock the cradle, he dunked two balls simultaneously, he tossed an alley-oop off the glass, and he swooped underneath the basket for reverse dunks. By modern standards, of course, his work looks pedestrian.
After multiple years of Dunk Contest hype were derailed by various injuries, Nance Jr. is finally healthy and ready to follow in his father’s footsteps. The 25-year-old Nance Jr. has compiled a long list of posterization victims during his three-year career thanks to his 6’9” frame, excellent springs, and fearlessness. His signature is his willingness to extend fully so that the ball is well above the rim at its apex, and those Statue of Liberty style dunks made him a Staples Center favorite during his two-plus seasons with the Lakers prior to his trade to the Cavaliers last week.
Nance Jr. appears headed for a boom-or-bust contest. He has three distinct advantages: 1) His size and length set him apart from his competitors, 2) He should enjoy a home-court advantage in L.A., and 3) his father’s place in NBA history sets up the obvious possibility of tribute dunks, old-school jerseys, and other heartwarming narrative-generating fare. However, one-handed tomahawks play a lot better over Kevin Durant than they do in the Dunk Contest, a friendly audience can only do so much, and retro nostalgia must be supplemented with title-worthy material. Nance Jr. also faces the classic big man challenge: His dunks will need to have enough technical elements so that they don’t come off looking simplistic or “easy” given his significant height advantage over his three competitors.

DENNIS SMITH JR., MAVERICKS

Pegged as a possible Rookie of the Year candidate during the preseason, Dennis Smith Jr. has quietly receded from the headlines for most of the 2017–18 season. Despite eye-popping physical tools, the 6’3” guard has struggled to score efficiently, and the Mavericks have been way out of the playoff picture all season. Other rookies like Ben Simmons, Jayson Tatum, Donovan Mitchell and even Lonzo Ball have gobbled up all of the attention.
That said, Smith is built to win a Dunk Contest: He explodes off the court, he consistently gets head-level to the rim, and he finishes like he’s trying to rip the basket off its stanchion. But don’t sleep on his technique! As this highlight reel from Team Flight Brothers shows, the 20-year-old Smith is capable of finishing with either hand after putting the ball between his legs in mid-air.
The Slam Dunk Contest buzz picked up for Smith during Las Vegas Summer League, as he consistently dazzled during lay-up lines and in games. At his best, he boasts a rare combination of grace and might that has consistently drawn comparisons to Steve Francis and a young Derrick Rose.

DONOVAN MITCHELL, JAZZ

If there’s one major downside to the composition of this year’s field, it’s that Oladipo, Smith and the 6’3” Donovan Mitchell are cut from a similar cloth as smaller guards with thunderous potential. It seems inevitable that Saturday’s contest will start to blur together because the field is lacking a long-and-lean pogo-stick like 2017 runner-up Derrick Jones Jr., a true center like DeAndre Jordan or Andre Drummond, or a mighty mouse candidate like Nate Robinson.
However, Mitchell, a late addition once Gordon scratched, hasn’t had any problem separating himself from the pack this season. He’s leading all rookies in scoring, pushing Simmons for Rookie of the Year honors, and doing more than his fair share to keep Utah in the West’s playoff picture. His leaping ability is a huge part of his appeal: Mitchell bounced high against the Lakers for a put-back slam that stands as one of the NBA’s best dunks this season, he’s completed one-handed alley-oops and windmills in games, and he tracks towards the rim like a heat-seeking missile. He’s not a League Pass favorite by accident.  
Will Mitchell’s dunking style translate to the contest format? The audience has been spoiled by LaVine, Gordon, Robinson III and others in recent years, and to keep pace Mitchell will need to display a level of creativity and intricacy that he hasn’t yet shown in games. No matter how forcefully delivered, a windmill isn’t going to cut it on Saturday.
RESULTS

Image result for donovan mitchell dunk
Donovan Mitchell defeated Larry Nance Jr. in the final round to capture the Slam Dunk Contest title, but Nance's double-tap throwdown was arguably the best dunk of the event. Dennis Smith Jr. also made his presence felt with a unique between-the-legs finish, and Victor Oladipo scored showmanship points by wearing a "Black Panther" mask for one of his attempts.

Minggu, 14 Januari 2018

Liburan Penuh Makna

Hai kalian semua! Aku Arshya, dan pada blog kali ini, aku akan menceritakan liburan akhir semester ini!
     Liburan dimulai pada tanggal 23 Desember 2017, dimana hari sebelumnya, kami mengambil rapot hasil pembelajaran semester satu. Awalnya, ibuku tidak senang dengan hasil rapotku. Tentu saja, HPku disita. Aku kecewa dengan hasilku dan telah mengecewakan ibuku untuk kesekian kalinya. Aku pun meminta maaf kepada ibuku. Aku berjanji untuk tidak mengulanginya semester depan.

     Esoknya, kami pergi ke Pondok Indah Mall sekeluarga bersama nenekku. Kami makan bersama di Duck King. Kami pun berbelanja keliling mall 1 dan 2, yang kebetulan, ayahku membeli sepatu dan HP baru, sedangkangkan ibuku dan nenekku membeli baju baru. Kami berjalan – jalan keliling mall untuk beberapa menit, mungkin satu jam, sebelum kami pulang.

     Sejujurnya, aku lupa apa yang terjadi esoknya, tapi akan kuingat – ingat. Seingatku, nenekku dan ibuku pergi berbelanja ke Thamrin City, sedangkan aku, adikku, dan ayah pergi ke Grand Indonesia untuk menonton JUMANJI: WELCOME TO THE JUNGLE. Setelah itu, kami datang ke Thamrin City untuk menjemput nenek dan ibuku. Di perjalanan pulang, kami harus menghadapi macet yang panjang sebelum sampai rumah.

     Sayangnya, beberapa hari kemudian nenekku pulang. Jadi, hanya aku, adik dan ibu di rumah. Untuk beberapa hari, aku dan Rheisya hanya bermain HP dan ibuku hanya bermain HP dan nonton TV seharian di rumah.  Tapi, temntu saja tidak setiap hari. Setiap pagi, aku dan Rheisya pergi bermain basket di Taman Menteng, sebuah taman olah raga dekat dengan SD ku,  dimana aku bertemu Fadhly, adik kelasku pada saat aku kelas 6 SD, teman Rheisya. Kami bermain cukup lama, sampai jam 09.00. Selesainya itu, kami pulang dan menghabiskan waktu seharian di rumah. Selama 3 hari kedepan, itulah yang kami lakukan.

     Pada Hari Jumat, kami bersiap siap untuk berangkat ke Subang pada malamnya sekeluarga, bersama pamanku. Kami berangkat pada pukul 19.00. Aku dan Rheisya ikut omku, langsung ke Subang, sedangkan Ayah dan Ibuku berhenti di Bekasi untuk mengecek rumahku di sana. Aku sampai pukul 21.30. Aku main HP sebentar, lalu tidur lelap.

     Esok pagi, aku bangun sedikit telat, karena ngantuknya tadi malam. Seharian, aku hanya bermain HP dan bercakap – cakap sekeluarga. Tidak lupa mandi dan makan.

     Esoknya, kami berangkat ke Bandung pukul 07.00. perjalanan yang cukup panjang, karena macetnya jalanan. Tujuan pertama kami adalah Kawah Putih Ciwidey. Kami sampai pukul 10.00 Kami langsung berfoto – foto di sekitar kawah, bahkan di pulau tengah kawah tersebut. Udara yang dingin dan bau belerang sehingga kami memakai masker. Kami berada di sana sekitar 2 jam. Lalu kami pergi makan ke restoran Phinisi. Sayangnya, restoran terlalu penuh sehingga kami langsung pergi mencari makan di tempat lain. Kami baru makan siang jam 15.30. Sekitar 1 jam kemudian, kami pergi ke hotel/villa yang kami tujuh. Macetnya, SUBHANALLAH! Perjalanan 6 jam di mobil membuat kami pegal – pegal. Pada pukul 22.00, kami baru sampai. Kami langsung tertidur pulas.

     Kami bangun pukul 06.30. Kami langsung bersiap – siap untuk makan di Cisangkuy. Selesainya di sana, kami pergi ke Dago Dream Park. Tapi kami tidak melakukan apa – apa karena derasnya hujan. Jadi, kami makan di café dimana aku menjemput saudaraku sebelum kembali ke villa.
     Hari ini hari terakhir kami di Bandung. Kami pergi ke art museum untuk berfoto – foto pada hari terakhir. Tapi, sebelumnya kami harus membeli perlengkapan untuk membuat shabu di rumah nenekku. Sekitar jam 06.00, kami sampai di Subang. Kami langsung memasak shabu. Lalu, kami makan bersama sebelum tidur.

     Kami bangun siang. Kami langsung sarapan soto ceker dan bersiap – siap pergi ke Cirebon. Kami makan Empal Gentong di sana. Begitu lezat rasanya! Setelah itu, kami pergi mencari baju batik, atau setidaknya orangtuaku dan keluarganya. Aku, Rheisya, dan kakekku hanya menunggu. Mereka berbelanja selama 3 jam. Selesainya di sana, kami pulang.
      Sedihnya, besoknya kami pulang kembali ke Jakarta.
    
    


Cita - Cita Anak Labschool

Semua orang pasti memiliki cita-cita. Cita -cita  adalah suatu impian dan harapan seseorang, cita cita  adalah mimpi, mimpi adalah kunci yan...